Rabu, Oktober 27, 2010
0
Senapan patah (juga dikenal sebagai senapan berburu atau senapan sebar) (Bahasa Inggris: shotgun) adalah senjata api yang biasanya dirancang untuk ditembakkan dari bahu, yang menggunakan energi dari sebuah selongsong (Bahasa Inggris: shell) berbentuk silinder dan menembakkan sejumlah gentel bulat kecil / gotri (bola timah kecil) (yang dalam bahasa Inggris disebut "shot"), atau sebuah proyektil gotri padat. Senapan patah dapat ditemukan dalam berbagai ukuran, mulai dari diameter lubang laras 5,5 mm (0,22 inci) hingga 5 cm (2 inci), dan dalam berbagai mekanisme operasional senjata api, termasuk breechloading (pengisian peluru secara sungsang / dari belakang), laras-tunggal, laras-ganda atau senjata kombinasi, aksi-pompa, aksi-baut, aksi-tuas, semi-otomatis, bahkan varian otomatis penuh.
Sebuah senapan patah umumnya merupakan senjata api smoothbore (lubang laras halus), yang berarti bahwa bagian dalam laras tidak mengalami proses rifling (pengaluran spiral di dalam lubang laras). Contoh senjata api lubang halus versi sebelumnya adalah senapan musket yang digunakan secara luas digunakan oleh para tentara perang dalam abad ke-18. Nenek moyang senapan ini, pemuras, yang diisi dari depan dengan bubuk mesiu dan peluru gotri, juga digunakan dalam berbagai peran serupa, mulai dari pertahanan diri hingga pengendalian huru-hara. Senapan ini sering digunakan oleh pasukan kavaleri karena panjangnya yang umumnya lebih pendek dan kemudahan penggunaan, dan oleh kusir kereta kuda karena daya tembaknya yang besar. Namun pada abad ke-19, sebagian besar senjata-senjata ini digantikan di medan perang dengan senjata api tipe breechloading (pengisian sungsang), yang lebih akurat untuk sasaran jauh. Senapan patah ditemukan kembali nilai militernya dalam Perang Dunia I, ketika Pasukan Ekspedisi Amerika yang dikirim ke Eropa menggunakan senapan patah aksi-pompa 12-tolok dalam Peperangan Parit yang merupakan pertempuran jarak dekat dengan efek yang memuaskan. Sejak saat itu, senapan patah telah diaplikasikan dalam berbagai peran seperti keamanan sipil, penegakan hukum, dan militer.



Marinir Amerika Serikat menembakkan senapan patah Benelli M4 saat latihan di Arta, Djibouti, 23 Desember 2006.

Gotri-gotri kecil yang ditembakkan dari senapan patah bergerak menyebar setelah meninggalkan moncong laras, dan kekuatan dari ledakan mesiu terbagi ke gotri-gotri tersebut, yang berarti bahwa energi dari setiap bola gotri yang ditembakkan tersebut cukup rendah. Dalam konteks berburu, sifat menyebarnya gotri ini membuat senapan patah berguna terutama untuk berburu burung dan binatang buruan kecil lainnya. Namun, dalam konteks militer atau penegakan hukum, banyaknya proyektil gotri membuat senapan patah bermanfaat untuk pertempuran jarak dekat atau senjata defensif. Senapan patah juga digunakan untuk olahraga menembak sasaran seperti bidik skit, bidik jebakan, dan bidik lempar yang melibatkan menembak cakram tanah liat yang dilempar dengan berbagai cara.

Karakteristik


Senapan patah Winchester M1897, salah satu desain senapah patah aksi-pompa yang sukses.



Selongsong / shell amunisi senapan patah 12-tolok untuk berburu.
Senapan patah dapat ditemukan dalam berbagai bentuk, dari yang sangat kecil hingga sangat besar seperti senapan galah, dan juga dari hampir setiap jenis mekanisme operasi senjata api. Karakteristik umum yang membuat senapan patah unik adalah penggunaan peluru-peluru gotri. Fitur khas dari senapan patah juga penggunaan selongsong / shell, amunisi berbentuk silinder yang relatif pendek lebar yang berisikan gotri-gotri yang ditembakkan, dan beroperasi pada tekanan yang relatif rendah.
Di Amerika Serikat, amunisi untuk senapan patah disebut shotgun shells, shotshells, atau hanya shell (cangkang). Di Britania Raya, cartridge adalah nama standar amunisinya.
Gotri-gotri tersebut biasanya ditembakkan dari laras smoothbore; jenis lainnya adalah slug barrel (laras peluru-gotri), yang menembakkan satu proyektil saja yang lebih akurat (meskipun beberapa peluru-gotri juga dapat ditembakkan dari senjata smoothbore).

0 komentar:

Posting Komentar