Kamis, Oktober 14, 2010
3
Faktor-faktor pendorong perubahan sosial budaya sebagai berikut.

1) Kontak dengan Budaya Lain

Kontak merupakan proses penyampaian informasi tentang ide, keyakinan, dan hasil-hasil budaya. Adanya kontak dengan budaya lain menjadikan satu kebudayaan bertemu dan saling bertukar informasi. Misalnya kontak dagang antara pedagang Nusantara dengan pedagang India, Arab, dan Barat. Kebudayaan mereka saling mempengaruhi yang akhirnya membawa perubahan sosial budaya. Oleh karena itu, seringnya melakukan kontak dengan budaya lain akan mempercepat laju perubahan sosial budaya.

2) Sikap Menghargai Hasil Karya Orang Lain

Tidak adanya apresiasi terhadap karya orang lain menjadikan seseorang enggan untuk berkarya. Namun, akan berbeda jika setiap orang menghargai hasil karya orang lain. Setiap orang akan berlomba-lomba menciptakan suatu karya yang bermanfaat bagi masyarakat. Karya-karya inilah yang mendorong munculnya perubahan sosial budaya. Penemuan pesawat terbang mengilhami Prof. Dr. Ing. B.J. Habibie untuk mendirikan pabrik pesawat di Bandung.

3) Sistem Pendidikan yang Maju

Pendidikan mengajarkan seseorang untuk berpikir ilmiah dan objektif. Dengan kemampuan tersebut, seseorang dapat menilai bentuk kebudayaan yang sesuai dengan kebutuhan serta kebudayaan yang tidak sesuai dengan perkembangan zaman. Berbekal pengetahuan itu seseorang melakukan perubahan pada kebudayaan jika dirasa perlu. Oleh karena itu, sistem pendidikan tinggi mampu mendorong munculnya perubahan sosial budaya.

4) Keinginan untuk Maju

Tidak ada seorang pun yang puas dengan keadaan sekarang. Mereka umumnya menginginkan sesuatu yang lebih baik dari keadaan saat ini. Oleh karena itu, orang akan melakukan berbagai upaya guna melakukan perubahan hidup yang tentunya ke arah kemajuan. Misalnya seorang pelajar mengikuti kursus komputer untuk menambah pengetahuan dan keterampilan komputer.

5) Penduduk yang Heterogen

Masyarakat yang heterogen memudahkan terjadinya perubahan sosial budaya. Hal ini dapat dilihat pada masyarakat Indonesia. Penduduk Indonesia terdiri atas bermacam-macam suku, ras, dan ideologi. Perbedaan-perbedaan yang ada tidak selamanya membawa keuntungan bagi Indonesia. Perbedaan tersebut dapat menimbulkan konflik jika tidak disertai dengan rasa toleransi yang tinggi. Konflik-konflik inilah yang mendorong munculnya perubahan sosial budaya.

6) Ketidakpuasan Masyarakat terhadap Bidang Kehidupan Tertentu

Setiap orang tidak akan pernah puas dengan keadaannya saat ini. Berbagai cara dan upaya mereka lakukan untuk mengubah taraf hidup. Rasa tidak puas terhadap keadaan mendorongnya melakukan berbagai perubahan. Hal ini pun terjadi pada masyarakat Indonesia ketika reformasi digulirkan. Rasa tidak puas terhadap pemerintahan saat itu mendorong masyarakat menuntut perubahan secara total.

7) Sistem Pelapisan Terbuka

Sistem pelapisan terbuka memungkinkan terjadinya gerak sosial vertikal yang lebih tinggi. Sistem ini memberi kesempatan kepada seseorang untuk maju. Kesempatan untuk menaiki strata yang lebih tinggi mendorong seseorang melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.

8) Orientasi ke Masa Depan (Visioner)

Pandangan yang visioner mendorong seseorang melakukan beragam perubahan. Bagi mereka masa lalu adalah sesuatu yang patut untuk dikenang, bukan sebagai pedoman hidup. Masa depan harus lebih baik dari masa sekarang. Visi inilah yang mendorong seseorang melakukan perubahan.

9) Sikap Mudah Menerima Hal-Hal Baru

Suatu perubahan akan berdampak besar jika setiap orang menerima perubahan tersebut. Keadaan ini menjadi berbeda jika tidak ada seorang pun yang menanggapi perubahan tersebut. Perubahan akan berlalu begitu saja tanpa ada masyarakat yang mengikutinya. Oleh karena itu, sikap mudah menerima hal-hal baru mendorong terjadinya perubahan sosial budaya di masyarakat.

10) Toleransi terhadap Perubahan

Sikap toleransi dibutuhkan untuk mempercepat laju perubahan sosial budaya dalam masyarakat. Adanya sikap toleransi menjadikan masyarakat lebih mudah menerima halhal baru. Masyarakat akan menerima hal-hal baru yang dirasa membawa kebaikan.

3 komentar:

  1. sip Nice Post..!
    gw dah baca dr point 1 mpe 10!! susuanan kata2xnya sanga RUUARR BIAASA...
    gw yakin nie post cm Copas,!! mungkin dr kesemuanya post'n jg Copas! dan bukan lo aja yg Copas'er gw juga dlu kna tuh Sindrom,,, GAK USAH MALU, tp gw perlu khawatir n boring, gw ngerasa idup di dunia maya nie rasanya cuman muter2x aja, n GW KHAWATIR KLO LO KE ABISAN BAHAN COPASAN LO BERHNTI JD BLOGER, td di slah satu postingan lo ada yang komnmentar "Tolong kalau meng-COPAS artikel disertai sumbernya" (bloger sombong tuh..) Nahh lohhh Klo kya gini gimana?? GALI POTENSI LO, Tumbuhkan ide2x kreatif lo, buang kat2x yg sulit dicerna ganti dengan kata lo yg ajib (SESUAI DNGAN SASARAN SI PEMBACA), ambil Copas'n topik dr bloger2x laen, trus rombak kata2xnya, SEKALI LG ganti dengan kata2x YG RUUARR BIIASSA yg keluar dr ide2x Kreatif Lo.., di dunia maya nie gwe gak tau lo, gwe mantan maling atau masih jd maaling kek, atau lo yng sarjana atau lo yg Dosen kek,,, kga da yg tau, gw tau lo dr buah krya hasil postingan lo... (sma kya bloger yg laenya)!!
    (moga dpet mnginspirasi kita semua)
    I BELIEVE SOMEDAYS U CAN A BE NEXT MASTER BLOGGER..!! hnya butuh waktu dan ketekunan aja Za....!! SEMANGAT SELALU ZA,,,
    BE A NEXT MASTER BLOGER FOR NEXT GENERATION
    mhon maaf bila gw ada salah2x kata. *_^

    BalasHapus
  2. :bata: thanks atas masukannya???

    BalasHapus
  3. wah nice banget abang . thank's infonya .
    blogwalking : http://ghalis-zone.blogspot.com/

    BalasHapus